Cara Mendidik Anak Agar Mudah Bersosialisasi

Tips Mengatasi Anak Susah Bersosialisasi

            Dalam menddik anak seringkali orangtua selalu menginginkan yang terbaik dan bisa langsung berhasil. Padahal kenyataannya, anak butuh proses dari pengajaran itu sendiri. Anak harus diajarkan mulai dari hal kecil, dibiasakan melakukan hal yang baik, dan diberikan fasilitas penunjang agar lebih bisa berpikir kritis. Anak-anak paling senang bermain bersama temannya, namun ada juga anak yang pendiam dan tidak ingin bermain bersama teman lainnya. Biasanya anak tersebut mengalami trauma, lalu ada juga yang ingin menyendiri akibat ditinggal orangtua, atau anak tersebut lebih senang berpikir sendiri dan belajar sendiri. Anak yang lebih suka menyendiri akan membuat anak tidak bisa bergaul dengan yang lain. Dan akan berdampak anak akan takut kepada siapapun, bahkan sampai dewasa nantinya. Untuk itu perlu pengawasan orangtua atau orang terdekat untuk menjadi penyemangat dalam pengajaran sosialisai. Cara mendidik anak dari OKEMOM yang benar dan menyenangkan akan membuat anak lebih paham, dan bisa melakukan apa yang diajarkan.

Agar Anak Bisa Bersosialisasi

            Sebagai orangtua, kita tidak hanya mengajarkan berhitung atau belajar huruf saja. Namun juga harus mengajarkan cara berinteraksi dengan siapapun. Mulai dari cara berkenalan dengan teman baru, cara menghormati oranglain, berkata sopan santun, dan juga menghargai oranglain. Ada beberapa cara mendidik anak yang bisa diajarkan kepada anak. Yaitu:

  1. Berikan Contoh yang Positif. Setiap anak pasti meniru dan mencontoh apa yang dilakukan oleh orangtua. Termasuk dari apa yang diucapkan oleh ibu dan ayahnya. Ajarkan anak untuk mengucapkan kalimat positif dan perlakuan yang baik kepada siapapun, meskipun dengan orang yang tidak dikenalnya. Misalnya saja saat bertemu dengan teman baru, bunda bisa berikan contoh cara menyapa dan mengajak bermain teman barunya. Ketika mengajak anak bertemu dengan anak yang seumuran, ajarkan tentang kalimat baik dan cara menjawab yang benar. Misalnya ketika ada yang bertanya dimana alamanya, kita bisa ajarkan anak untuk menjawab “saya tinggal di daerah bogor, kak”. Dengan ucapan seperti itu, meskipun anaknya lebih tua atau seumuran yang diajak ngobrol , namun kita tetap menghargai dengan memanggilnya ”kak”.
  2. Dukung Perteamanan Anak. Mendorong pertemanan akan membuat si anak percaya diri dan lebih berani menghadapi siapapun. Tidak hanya dengan teman yang dikenalnya, namun saat bermain bersama teman lainnya juga berani untuk berkumpul. Anak perlu difasilitasi bermain dan berkumpul dengan teman lainnya, misalnya saja mengikuti perkumpulan atau komunitas bermain, komunitas belajar sepeda pushbike, komunitas pergendongan. Dari komunitas tersebut, kita akan berinteraksi kepada siapapun, dan banyak orang di dalamnya yang bisa saling kenal. Dengan begitu, anak tidak canggung untuk melatih keberaniannya berinteraksi dengan siapapun. Berani belajar kepada siapapun dan berani untuk menunjukkan kepada temannya bahwa ia juga bisa.
  3. Persiapkan Mental Anak. Seorang anak tidak bisa langsung berani berhadapan kepada orang lain. Semua butuh penyesuaian agar anak tidak grogi. Mental anak harus dilatih dan dibiasakan. Bisa dengan cara pada saat temannya ulangtahun, sang anak kita latih untuk bilang kalimat selamat ulang tahun ya. Mungkin itu adalah hal sepele, namun dengan membiasakan berbicara kepada orang lain akan membuatnya tidak grogi lagi.
  4. Beri Kesempatan Anak untuk Bersosialisasi. Kita sebagai orangtua tidak harus selalu disamping anak saat sedang bermain. Biarkan anak mencoba berani dengan membiasakan dirinya sendiri dekat dengan teman lainnya. Nanti anak akan terbiasa dan berpikir bahwa, ternyata semua orang itu tidak perlu ada yang ditakuti.

Sebagai orangtua harus selalu belajar meskipun sudah paham bagaimana mengajarkan apapun kepada anak. Namun tidak ada salahnya belajar cara mendidik anak, agar lebih baik lagi dalam mental dan pertumbuhannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *